REMBUK STUNTING DESA BANYUPOH, KEC.GEROKGAK PARAREL DENGAN MUSDES VERIVALI DATA DTESEN
BANYUPOH,09062026 – Pemerintah Desa Banyupoh,Kec.Gerokgak,Kabupaten Buleleng, Bali,menggelar agenda krusial dalam mempercepat kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat pada Selasa (9/6). Bertempat di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, dilaksanakan kegiatan Rembuk Stunting yang berjalan paralel dengan Musyawarah Desa (Musdes) Verifikasi dan Validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS/DTSEN) Tahun 2026.
Acara yang diinisiasi dan dibuka secara resmi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banyupoh ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari Kasi Pembangunan Kecamatan Gerokgak, Perbekel (Kepala Desa) Banyupoh, Pendamping Desa, hingga perwakilan Puskesmas Gerokgak II. Turut hadir pula Perangkat Desa, LKD, TP-PKK, para Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta Bidan Desa.
Edukasi 5 Layanan Dasar dan 6 Layanan SPM
Sebelum memasuki sesi diskusi inti, acara diawali dengan sambutan dari Perbekel Banyupoh I PUTU SUKERATA, dan Pendamping Desa Putu Wibawa Putrawan,S.Sos. Kedua tokoh ini memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya pencegahan stunting secara komprehensif.
Dalam sambutannya, Perbekel Banyupoh menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Pendamping Desa memaparkan materi teknis terkait penguatan 5 Layanan Dasar (Kesehatan Ibu dan Anak, Konseling Gizi Terpadu, Air Bersih dan Sanitasi, Perlindungan Sosial, serta PAUD) serta optimalisasi 6 Layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna memastikan intervensi pencegahan stunting berjalan tepat sasaran di Desa Banyupoh.
Diskusi Terarah: Sapras Posyandu Jadi Prioritas RKPDesa 2027
Agenda inti rembuk stunting diawali dengan pelaporan capaian Konvergensi Triwulan 1 (TW1) serta TW2 untuk bulan April dan Mei. Setelah pemaparan rapor capaian, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi terarah (FGD) yang diikuti oleh para kader dengan didampingi langsung oleh perangkat desa dan Bidan Desa.
Dari hasil diskusi tersebut, disepakati bahwa usulan skala prioritas utama desa akan dititikberatkan pada:
- Dukungan Sarana dan Prasarana (Sapras) Pelayanan Posyandu yang saat ini dinilai masih belum lengkap.
- Komitmen bersama untuk mengawal usulan sapras ini agar masuk ke dalam dokumen perencanaan Musdes penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) Tahun 2027.
Pararel Musdes Verivali DTSEN dan Penandatanganan BA
Usai merampungkan rembuk stunting, agenda langsung berlanjut pada Musdes Verifikasi dan Validasi Data DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial/Sistem Edukasi Nasional). Sesi ini fokus pada penyepakatan pembaharuan data dan penyesuaian usulan Desil masyarakat yang dinilai benar-benar layak menerima bantuan, agar program kemiskinan dan stunting dapat terintegrasi dengan akurat.
Seluruh rangkaian acara yang berjalan produktif ini akhirnya ditutup dengan prosesi penandatanganan Berita Acara (BA) hasil Rembuk Stunting antara Ketua BPD dan Perbekel Banyupoh, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi membangun desa dan stop stunting.
Sumber Red: Putu Wibawa Putrawan,S.Sos
Pendamping Desa ( BPSDM KEMENDESPDT) Kecamatan Gerokgak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar